Text
Merajut Damai Dalam Kebinekaan
Kata yang tepat untuk mengisi kehidupan kita berbangsa dan bertanah air adalah sesuai dengan judul buku ini yaitu Merajut Damai Dalam Kebinekaan.
Mengapa demikian? Oleh karena tanpa kita sadari saat kita berperilaku, ibarat dikaruniakan oleh Tuhan Yang Maha Esa tubuh yang sehat. Akan tetapi bila tubuh yang sehat tersebut tidak dirawat dengan benar, maka akan menimbulkan masalah dengan orang lain. Apalagi bila sampai sakit dan menular. Ibarat seorang sehingga saat dewasa sang anak semakin mengerti bahwa mandi dan gosokgigi aalah analogi seorang yang menjaga kebersihan dan wangi tubuhnya saat bekerja sama dengan orang lain.
Pelajaran perilaku yang tidak tuntas, meneyebabkan kita lebih meributkan persoalan "bau badan/ mulut' orang lain padahal dirinya lupa mandi dan menggosok gigi perilakunya. Tentu saja yang muncul adalah kesalahpahaman berlarut-larut. Karena siapa yang tidak tersinggung bila dikatakan mulut kita bau atau badan kita bau. Padahal yang berbicara juga jarang mandi dan gosok gigi.
Kira-kira demikianlah analogi yang bisa saya gambarkan dalam perjalanan kedewasaan bangsa Indonesia saat ini. Buku ini dengan gamblang menjelaskan mengapa sejarah terus berulang dan mengakibatkan perpecahan sebuah organisasi keagamaan bahkan negara.
Semoga buku yang ringan ini akan memudahkan kita menyadari agar lebih banyak instropeksi diri dan semakin sering kita menyadari bahwa apabila kita telah wangi maka orang lain akan banyak datang untuk mau mendukung tanpa harus membinasakan yang berbeda.
Tidak tersedia versi lain